top of page

Kenapa Polo Shirt Disablon Saat Masih Berupa Pola? Ternyata Bukan Cuma Soal Posisi Desain



Dalam proses pembuatan polo shirt custom, ada tahap yang mungkin kelihatan sepele tetapi ternyata cukup penting, yaitu melakukan sablon ketika kain masih berbentuk pola dan belum dijahit menjadi polo shirt utuh.


Kenapa nggak langsung disablon setelah bajunya jadi?


Alasannya sederhana: permukaan kain masih rata dan kosong, sehingga proses sablon bisa dilakukan dengan lebih leluasa. Belum ada kancing, jahitan, lipatan kain, kerah, atau bagian pakaian lainnya yang bisa mengganggu permukaan ketika proses pencetakan dilakukan.


Permukaan Kain Masih Rata, Jadi Sablon Lebih Maksimal

Ketika polo shirt sudah selesai dijahit, bagian depan pakaian tentu nggak lagi berupa permukaan kain yang benar-benar datar. Ada beberapa bagian yang sudah menjadi struktur pakaian, seperti kancing, placket, jahitan, lipatan, dan bagian lainnya.


Kalau desain sablon berada di area yang berdekatan dengan bagian tersebut, proses press atau pencetakan bisa menjadi lebih tricky.


Berbeda ketika kain masih berupa pola. Kain bisa diletakkan dalam kondisi rata dan terbuka, sehingga area yang akan disablon lebih mudah diposisikan. Permukaan yang rata juga membantu proses sablon bekerja secara lebih optimal karena tidak terganjal oleh bagian-bagian pakaian yang sudah terbentuk.


Kenapa Kancing Bisa Mengganggu Proses Sablon?

Bayangkan lo mau menyablon bagian depan polo shirt yang sudah jadi.

Di tengahnya sudah ada kancing dan placket. Artinya, permukaan kain nggak lagi rata seperti selembar kain biasa.


Ketika proses sablon membutuhkan tekanan yang merata, keberadaan kancing atau bagian yang lebih tinggi bisa menjadi penghalang. Posisi screen atau alat press juga harus diperhatikan supaya tidak bertabrakan dengan bagian tersebut.


Makanya, untuk desain tertentu, lebih aman melakukan sablon ketika bagian pola masih benar-benar rata sebelum masuk proses jahit.


Lipatan dan Jahitan Juga Bisa Jadi Gangguan

Selain kancing, bagian pakaian yang sudah dijahit juga bisa menciptakan permukaan yang tidak rata. Misalnya ada lipatan pada placket atau jahitan di area tertentu. Ketika polo shirt sudah berbentuk utuh, kain tidak bisa dibentangkan sebebas ketika masih berupa pola.


Hal ini terutama perlu diperhatikan kalau desain sablonnya cukup besar atau membutuhkan tekanan yang konsisten.


Dengan melakukan sablon terlebih dahulu, area kain yang digunakan masih dalam kondisi terbuka sehingga prosesnya bisa lebih mudah dikontrol.


Urutan Produksinya Kurang Lebih Seperti Ini

Supaya lebih gampang dibayangkan, prosesnya bisa berjalan seperti berikut:


1. Pemilihan bahan

Kain ditentukan sesuai kebutuhan polo shirt.


2. Cutting pola

Kain dipotong mengikuti pola bagian depan, belakang, dan bagian lainnya.


3. Sablon pada pola

Potongan kain yang masih rata kemudian masuk proses sablon.


4. Pengeringan atau curing

Sablon diproses sesuai teknik yang digunakan agar menempel dengan baik.


5. Proses jahit

Setelah sablon selesai, potongan kain kemudian dirakit menjadi polo shirt.


6. Finishing dan quality control

Polo shirt yang sudah jadi diperiksa kembali sebelum digunakan atau dikirim.


Dengan alur seperti ini, proses sablon dilakukan ketika area kain masih mudah ditangani dan belum terganggu struktur pakaian.


Hasil Sablon Jadi Lebih Enak Dikerjakan

Bukan berarti menyablon polo shirt setelah jadi pasti menghasilkan kualitas yang buruk. Nggak begitu.


Metode yang dipilih tetap bergantung pada jenis sablon, desain, posisi artwork, dan kebutuhan produksinya.


Namun untuk kondisi tertentu, menyablon saat kain masih berbentuk pola memberikan keuntungan karena permukaannya lebih rata dan tidak terhalang komponen pakaian.

Ini terutama terasa ketika desain berada di area depan yang nantinya terdapat kancing atau placket.


Daripada harus mencari cara supaya alat sablon bisa melewati bagian yang menonjol, lebih praktis mengerjakannya ketika kain masih terbuka.


Cocok untuk Polo Shirt dengan Sablon yang Cukup Besar

Metode ini semakin terasa manfaatnya ketika desain sablon memiliki ukuran yang cukup besar.


Semakin besar artwork, semakin penting area kain yang digunakan bisa ditempatkan dengan baik. Kalau polo shirt sudah jadi, ada lebih banyak bagian yang harus diperhitungkan.


Sementara ketika masih berbentuk pola, area sablon bisa lebih mudah dibentangkan dan diposisikan.


Hasilnya, proses produksi menjadi lebih terkontrol dan desain bisa dibuat sesuai area yang memang sudah ditentukan sejak awal.


Jadi, Bukan Sekadar Biar Desainnya Presisi

Kalau disimpulkan, alasan utama melakukan sablon ketika polo shirt masih berupa pola adalah memberikan permukaan kerja yang rata sebelum pakaian memiliki struktur seperti kancing, placket, lipatan, dan jahitan.


Dengan kondisi tersebut, proses sablon menjadi lebih leluasa dan nggak terganggu bagian-bagian yang sudah menonjol dari pakaian.


Setelah sablon selesai, barulah potongan kain dirakit menjadi polo shirt.

Jadi urutan produksi ini memang punya alasan teknis, bukan sekadar gaya produksi.


Mau Bikin Polo Shirt Custom dengan Sablon Sebelum Jahit?

Kalau lo punya kebutuhan polo shirt custom dengan desain sablon yang ingin dikerjakan saat kain masih berbentuk pola, Callme Clothing Vendor bisa membantu dari proses produksi sampai finishing.


Konsepnya bisa dibicarakan dari awal, mulai dari model polo shirt, bahan, ukuran desain, posisi sablon, sampai proses jahit setelah sablon selesai.



Karena dalam produksi pakaian custom, kadang hasil yang lebih rapi justru dimulai dari kapan proses sablonnya dilakukan.

 
 
 

Comments


"When your company is handled by a professional team."
✨ Worry less & communication just got easier.

Contact: 085697395095 & 085717419129 - Email: bikinbaju@callmevendor.com - Instagram: Callmevendor

Perum. arinda II Pondok Aren Indah Blok e 7 no 7A (rumah belakang). Kecamatan Pondok aren. Tangerang-Banten.Indonesia.

bottom of page